Tittle : living dead
Chapter : oneshoot
Genre : angst
Fandom : aoru
Warning : written by Uruha POV
Summary : aku sudah puas dg duka cita untk cinta.
Note : it's my first songfic,so harap maklum *plakk* kalo gaje+ancur
***
seharusnya,hari ini adalah hari terindah dalam 4 tahun penantianku,tetapi kenyataan berbicara sebaliknya.
[flashback on]
"haa~ahh" lagi2 aku menghela panjang nafasku sambil tertegun menerawang jauh ke luar jendela yg tepat ada dsebelahku.
"hoi ! G cape ya daritadi gtu mulu" sapa seorang lelaki dg aksen piercing dibibir dowernya yg tak lain adalah kekasihku,kedatangannya membuatku,,,yah~ menghela napasku lebih banyak
"haaahh~" yap !aku melakukannya lagi
cup !
tiba2 mendarat sebuah kecupan kecil dipipi kananku,aku pun langsung sontak membentaknya.bagaimana tidak?aku kaget,kalianpun pasti akan melakukan hal yg sama sepertiku bukan?
"ayolah sayang,kau memikirkan apa?" tanyanya yg kini mengambil posisi duduk dihadapanku
"bukan sesuatu yg penting" jawabku ketus tanpa sedikitpun memandangnya
"ungh~yasudah,nih ada lagu bagus" ucapnya terdengar sedikit menghela napasnya.kurasakan ada benda asing yg masuk ketelingaku dan berbunyi
"bagaimana?bagus bukan?" tanyanya akan responku terhadap lagu yg kini kudengarkan dari headset mp3 nya
"hu'um,not bad" jawabku sambil menikmati lagu itu,lagu `living dead by deluhi` yg kupikir liriknya sanggup mengajakku berpindah kealam lain
"hey,,hey!helow?" dtengah kesibukan berpindahku,kulihat aoi sedang mengibas-ibaskan telapak tangannya dihadapanku
"jangan cuma melamun,kalau ada masalah,ayolah cerita" ucapnya yg kini entah mulai kapan sudah menggenggam kedua tanganku
"huehh?seharusnya itu kata2ku !" jawabku memandang sinis kearahnya.tetapi yg bersangkutan hanya cengengesan bahagia
hening untuk sesaat,kurasakan genggaman tangan aoi makin kencang dan erat terhadap kedua tanganku
"uru~ kau akan baik2 saja bukan?" ucapnya memecah keheningan.kurasakan tangannya pun mulai bergetar dan mendingin
"kau kenapa ao?" tanyaku memandang intens,heran kearahnya.
"engh~ mungkin kau akan marah sekaligus kecewa.tetapi seperti kenyataannya,aku harus ke amerika" jawabnya tertunduk melirih sambil menggenggam tanganku dengan kedua tangannya yang bergetar
"buat apa?" tanyaku berusaha meminimalisirkan emosiku.aku ingin meneriakinya tetapi melihat aoi yang gemetar,kuurungkan niatku.
"meneruskan bisnis ayahku" jawabnya semakin melirih
"sampai kapan?apa aku bisa ikut?" jawabku mencoba setenang dan sebisa mungkin mengatur emosiku
"secepatnya 4 tahun,maaf ru,,aku tak bisa mengajakmu.tetapi aku berjanji!aku berjanji akan menjemputmu 4 tahun kemudian dengan sosok yang lebih pantas"
[flashback off]
itulah yang dia ucapkan 4 tahun lalu,sebelum akhirnya dia meniggalkanku pergi ke Amerika dan selamanya.seharusnya hari ini dia datang menjemputku dibandara ini.tetapi semua berubah seketika disaat aku mendengar berita bahwa pesawat yang ditumpanginya meledak seketika diudara.aku hanya mringkuk terduduk lemas dilantai dingin bandara perlahan air mataku menetes sedikit demi sedikit dan kemudian berubah menjadi tangisan pilu penuh luka yang dalam.aku tak bisa mengendalikan emosiku.aoi,satu-satunya orang yang kusayang didunia ini harus meninggalkanku untuk selamanya.penantian 4 tahun yang kulalui dengan susah payah harus diperpanjang sampai batas umurku nanti.
ku hanya melirihkan sebuah kalimat yang kurasa bisa sedikit memberi semangat untukku.
``aku sudah puas dengan ini,dengan duka-cita dihati ini,untuk aoi,untuk cinta``.
I'm satisfied with my grief for love
Therefore I grieve for pleasure
I'm satisfied with my grief for love
Therefore I grieve eternally...
I'm satisfied with my grief for love
Therefore I grieve for pleasure
==OWARI==
Chapter : oneshoot
Genre : angst
Fandom : aoru
Warning : written by Uruha POV
Summary : aku sudah puas dg duka cita untk cinta.
Note : it's my first songfic,so harap maklum *plakk* kalo gaje+ancur
***
seharusnya,hari ini adalah hari terindah dalam 4 tahun penantianku,tetapi kenyataan berbicara sebaliknya.
[flashback on]
"haa~ahh" lagi2 aku menghela panjang nafasku sambil tertegun menerawang jauh ke luar jendela yg tepat ada dsebelahku.
"hoi ! G cape ya daritadi gtu mulu" sapa seorang lelaki dg aksen piercing dibibir dowernya yg tak lain adalah kekasihku,kedatangannya membuatku,,,yah~ menghela napasku lebih banyak
"haaahh~" yap !aku melakukannya lagi
cup !
tiba2 mendarat sebuah kecupan kecil dipipi kananku,aku pun langsung sontak membentaknya.bagaimana tidak?aku kaget,kalianpun pasti akan melakukan hal yg sama sepertiku bukan?
"ayolah sayang,kau memikirkan apa?" tanyanya yg kini mengambil posisi duduk dihadapanku
"bukan sesuatu yg penting" jawabku ketus tanpa sedikitpun memandangnya
"ungh~yasudah,nih ada lagu bagus" ucapnya terdengar sedikit menghela napasnya.kurasakan ada benda asing yg masuk ketelingaku dan berbunyi
"bagaimana?bagus bukan?" tanyanya akan responku terhadap lagu yg kini kudengarkan dari headset mp3 nya
"hu'um,not bad" jawabku sambil menikmati lagu itu,lagu `living dead by deluhi` yg kupikir liriknya sanggup mengajakku berpindah kealam lain
"hey,,hey!helow?" dtengah kesibukan berpindahku,kulihat aoi sedang mengibas-ibaskan telapak tangannya dihadapanku
"jangan cuma melamun,kalau ada masalah,ayolah cerita" ucapnya yg kini entah mulai kapan sudah menggenggam kedua tanganku
"huehh?seharusnya itu kata2ku !" jawabku memandang sinis kearahnya.tetapi yg bersangkutan hanya cengengesan bahagia
hening untuk sesaat,kurasakan genggaman tangan aoi makin kencang dan erat terhadap kedua tanganku
"uru~ kau akan baik2 saja bukan?" ucapnya memecah keheningan.kurasakan tangannya pun mulai bergetar dan mendingin
"kau kenapa ao?" tanyaku memandang intens,heran kearahnya.
"engh~ mungkin kau akan marah sekaligus kecewa.tetapi seperti kenyataannya,aku harus ke amerika" jawabnya tertunduk melirih sambil menggenggam tanganku dengan kedua tangannya yang bergetar
"buat apa?" tanyaku berusaha meminimalisirkan emosiku.aku ingin meneriakinya tetapi melihat aoi yang gemetar,kuurungkan niatku.
"meneruskan bisnis ayahku" jawabnya semakin melirih
"sampai kapan?apa aku bisa ikut?" jawabku mencoba setenang dan sebisa mungkin mengatur emosiku
"secepatnya 4 tahun,maaf ru,,aku tak bisa mengajakmu.tetapi aku berjanji!aku berjanji akan menjemputmu 4 tahun kemudian dengan sosok yang lebih pantas"
[flashback off]
itulah yang dia ucapkan 4 tahun lalu,sebelum akhirnya dia meniggalkanku pergi ke Amerika dan selamanya.seharusnya hari ini dia datang menjemputku dibandara ini.tetapi semua berubah seketika disaat aku mendengar berita bahwa pesawat yang ditumpanginya meledak seketika diudara.aku hanya mringkuk terduduk lemas dilantai dingin bandara perlahan air mataku menetes sedikit demi sedikit dan kemudian berubah menjadi tangisan pilu penuh luka yang dalam.aku tak bisa mengendalikan emosiku.aoi,satu-satunya orang yang kusayang didunia ini harus meninggalkanku untuk selamanya.penantian 4 tahun yang kulalui dengan susah payah harus diperpanjang sampai batas umurku nanti.
ku hanya melirihkan sebuah kalimat yang kurasa bisa sedikit memberi semangat untukku.
``aku sudah puas dengan ini,dengan duka-cita dihati ini,untuk aoi,untuk cinta``.
I'm satisfied with my grief for love
Therefore I grieve for pleasure
I'm satisfied with my grief for love
Therefore I grieve eternally...
I'm satisfied with my grief for love
Therefore I grieve for pleasure
==OWARI==