Sabtu, 03 Desember 2011

Boku Wa No Michi 2

Title : boku wa no michi



chapter : 2,,akhirnya jadi yang chapter'n ==a



genre : friendship,bloody (dikitlah XD),humor .gak tau ah !paling bego nentuin genre *buka kartu*



fandom : deluhi (aggy,juri) *fandom dikurangi xDDD



rated : aman gak ada cemut-cemutnya xDD



Note : padahl gg pengen ngelanjutin nui FF,,tapi karea otak cuma keluar yang ini,,,yasudahlah *playing bondan xDDD,



Disclaimer : Aggy maupun Juri adalah milik FG-nya masing",,karena bagi saya mereka hanyalah sebatas Om-Om tak berguna bagi nusa(?) dan bangsa(?) *author dihajar pembaca.Tetatpi bagi siapapun orang yang berani mengakui bahwa ini FF-nya,,maka akan saya pastikan..itu orang hidungnya bakalan longsor kaya Reita *dihajar* ,ini FF a







NP : Secondhand Serenade - Fall for you

THE GAZETTE - TOXIC

DELUHI - Living dead,remember the rain,F.T.O.









==-===-===-===-===-===-==happy reading==-===-===-===-===-==



[Aggy POV]





Kuceritakan kembali pada kalian tentang hidupku.



ya~h sekali lagi dan untuk entah keberapa kali aku melakukannya .



kucuran darah segar mengalir di tangan kiriku,,,ya seperti yang di chapter sebelumnya,,jika kalian membaca,,kalian akan mengetahuinya *author promosi xDD*.





Dipanggil tak punya otak oleh ayah sendiri sudah cukup membuatku down dan bahkan sangat down !



"Oh Kami-sama,,,bisakah kau cabut nyawaku sekarang juga?aku hanya ingin merasa damai dan bebas dari henyakan kesakitan ini.Sudah terlalu banyak luka yang menghiasi kedua belah bagian tanganku,yang hampir-hampir sudah tidak bisa menampung sayatan-sayatan kepedihanku," ungkasku berbicara sendiri didepan silet yang kini berada dalam genggaman tanganku dengan sedikit darah yang tergores diujungnya.hahaha,,sungguh stres bahkan mungkin sudah sangat-sangat-sangat gila !



"SAMPAI KAPAN AKU SEPERTI INI HAH?!!SAMPAI KAPAN?!!!!!!!" teriakku kencang sampai kurasa urat-urat leherku menegang,terhaempas diatas tempt tidur dan memejamkan mataku pelan dengan membiarkan darah yang tadinya mengalir berangsur kering ditiup hawa kamar ini .



"huhft" dengusku meletakan tangan kananku diatas pelipisku dengan ujung jarinya yang masih senantiasa memegangi silet,mengingat kembali seluruhnya,seluruh perbuatan yang dilakukn olehnya..



"Jika tak ikhlas menghidupiku kenapa musti melahirkan aku" ucapku bertanya pada semua yang ada di kamar ini,kamar yang selalu menjadi teman tangis bahagiaku..dia dan isinya lah yang tahu segalanya tentangku,tetapi hening...tak ada satupun jawaban dari semuanya..



Kutarik tangan kananku,dan memandangi silet pemberi kebahagianku,bergumam sambil menatapnya lembut dengan kedua mataku yang sayu dan bisa hdikatakan bengkak.



"terimakasih sudah memberiku rasa kesakitan senikmat ini " gumamku seakan berbicara dengan benda tajam mungil tersebut.



"nampaknya aku sdah mulai gila,," ucapku terkekeh dengan menahan rasa sakitnya,,tetepi bukan sakit yang disana ,,melainkan sakit yang ini,,sakit yang tepat berada diulu hati ini.





"Kami-sama,,aku sudah tak tahan jik seperti ini,,jemput aku sekarang,,ku mohon..hiks,," pintak dengan mengepalkan kedua tanganku,berdoa diselingi dengan isakan memalukan yang keluar dari bibirku.



jika memang seperti ini,buat apa aku hidup?buat apa mereka susah payah memebesarkanku selama 19 tahun ini?pengen sekali rasanya damai walaupun hanya sehari saja.





********



"diam dan diam,,hanya itu yang bisa kulakukan," lirihku pelan hampir tak bersuara,aku ingin segera menghabisi hidupku,tetapi aku terlalu takut menghadapi yang namanya kematian itu,aku takut jika nanti aku digiring kesebuah tempat yang seperti pernah diucapkan oleh guru ngajiku semasa aku masih menjadi bocah ingusan yang rajin beragama merupakan sebuah temapt yang sangat amat menyeramkan yang namanya NERAKA .



tetapi bukan berarti aku menginginkan surga,,kalian jangan berfikir aku tak berniat masuk kesana,,siapapun pasti ingin kesana,,hanya saja aku cuma merasa kurang pantas untuk berada diantar rng-orang baik seperti mereka.disana bukan otempat yang pas untuk orang sepertiku,,hey...benarkan?



"aku takut neraka,,tapi aku tak pantas masuk surga" gumamku dengan linangan air mata yang mulai mengucur di sudut mataku yang terpejam membayangkan betapa mengerikannya jika memang aku masuk ke Neraka dan betapa terhinanya jika aku masuk ke tempat yang namanya SORGA itu..







drrt drrt drrt








kurogoh saku celanaku mendapti sebuah benda mungil yang bergetar disana,pertanda ada sebuah pesan masuk didalamnya



from : Juri wekwekmiripitik

to : aggy kepalamedusapenuhdosa



bisa datang kerumah secepatnya?PENTING !!!!!!!!!!!!!!!!!!





sms darinya membuatku sesaat cengok dan diam menafsirkan semuanya,



"mau apa lagi sih itu anak" ucapku sedikit mendengus kesal lalu beranjak dari kamar sambil membalutkan perban dilengan kiriku supaya darahnya dapat ditekan dan kemudian berhenti.



****



'ting tong'



suara bel rumah Juri yang kutekan ,,,tetapi belum ada reaksi adri sang empunya rumah.



"kemana sih nih orang !" ungkapku dengan nada 1000000% kalonya ada kesal !!!!!!!!!



cklekkkk~~



"aggy?aku kira kau tak mau datang" sahut seorang lelaki kurus dengan kulit putih memakai baju kaos oblong dengan kerah agak terbuka,membukakan bagian dada yang mulus kearahku,



"buat apa menyuruhku datang kesini?ada rendang daging kah?*author mikir daging mulu xDD*"



"tak buat apa-apa dan tak ada apa-apa xDDD" jawabnya dengan cengiran khasnya kearahku memperlihatkan rentetan gigi-giginya.



jtakk!!!



"awww!!ittai !" elunya dengan memusut-musut kepalanya yang kena perosotn lembut berbumbukan pedas serta keras dari tangan kananku



"itu hukuman untukmu,minggir ! aku mau masuk " kesalku padanya ,mengepinggirkan tubuhnya yang kini berada di tengah pintu membukakan sedikit rongga untuk kumasuki celah(?)nya.



"hey ! ini rumahku !" sahutnya dengan nada kesal,membuatku tersenyum puas ,sebuah kepuasan bagiku membuatnya marah.hahahaha!!







***





"aggy,,kau ingat siapa orag ini?" tanyanya padaku dengan mengarahkan album kelulusan SMA kami mennujukkan photo seorang pria ber-piercing dan seorang pria cantik disebelahnya dengan gaya yang mesra,,tak asing bagiku..



"iya,,kenapa?mereka Aoi dan Uruha bukan?" jawabku dengan mengangkat sebelah alis ku,



"hu'um,,katanya kemarin mereka putus.." jawab Juri melirih,,



"hmm...mungkin mereka sudah tak ada kecocokan" jawabku santai



"tetapi....ahh tak jadi"



"kenapa?"



"Uru,,,katanya dia bunuh diri gara-gara itu" ucapnya memandang wajah Uruha kosong



"ha?!kau tahu dari mana?" tanyaku seakan tak percaya apa yang diucapkan Juri,,



"dari Leda.." sejenak aku berpikir..masa iya Uruha yang dulunya terbilang kuat dan tegar bisa dengan mudahnya mengakhiri hidupnya hanya karena di tinggal Aoi?



"kapan itu terjadi?"



"seminggu yang lalu,,tapi sialnya aku baru tahu kemarin saat Leda menelpon dan datang kerumahku,dia menceritakan semuanya..dialah yan pertama melihat mayat Uruha tergantung di dapur apartmentnya.." tungkasnya panjang lebar dengan merundukkan wajahnya seakan menyesal.



"sudahlah,,semuanya sudah terjadi..dan..bagaimana reaksi Aoi sendiri?apa dia tahu akan semua ini?" sungguh malang nasib Uruha,cinta....ckckck



"tak ada kabar dari Aoi,,Aoi seakan-akan menghilang,Leda sudah berusaha mengabari Aoi,dari menelpon,lewat e-mail,bahkan rumahnya pun sudah didatangi oleh Leda...tetapi hasilnya nihil...tak ada jejak dari Aoi,tetangga sekitar rumahnyapun juga tak tahu sekarang Aoi dimana..." Juri memotong pembicaraannya dan mengambil beberapa tarikan napas "Aoi sialan ! seharusnya dia pantas mati ! aku harap dia mati menyusul Uruha kesana !" lanjut Juri dengan kasarnya.



"eh..kau tidak boleh bicara seperti itu..!" sahutku dengan men-slap kepalanya keras



"aww ittai...kau tidak tahu sih seberapa sayangnya aku dengan Uruha,dan kau tidak tahu seberapa sakitnya kehilangan orang yang disayang untuk selamanya ! semuanya salahku karena biarkan Uruha bahagia dengan lelaki bajingan itu !" teriaknya kencang dengan berdiri dihadapanku,mengacungkan jari telunjuknya kearahku



"hei...bukankah dulu kau sendiri yang bilang kalau kau ingin Uruha bahagia dengan pilihannya?" ucapku melemah,menarik tangannya dan mendudukakannya kembali kesampingku,,,tentu saja aku musti mengalah jika Juri sedang dalam keadaan seperti ini,"semuanya bukan salah kau,ini semua adalah pilihannya sendiri Juri,,kau pun juga tidak bisa menyalahkan Aoi,andai saja Uruha berpikir logis,dia takkan mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri" menasihati Juri,,hanya itu yang bisa aku lakukan,,



"tapi..." belum sempat ia melanjutkan omongannya,aku langsung mengecup bibirnya entah perasaan apa yang mendorongku untuk melakukannya



"lebih baik sekarang kita ke makam Uruha" ajakku dengan disambut anggukan polos melongo Juri









[Juri POV]





'eee...apa yang dilakukan aggy tadi teradapku?' perlu waktu beberapa menit untuk memahaminya ..apa maksudnya,,apa yang dia lakuakan tadi..??



'deg'



dan ...perasaan apa tadi?degupan apa yang tadi mengejutkanku?



"Juri,,ayo !" Ucap Aggy menyadarkanku,,,dia mengajakku ke makam Uruha..



"ahnn iya.."







[Author pov]



dengan perasaan maruk ,Juri hanya bisa diam dan mengikuti apa kata Aggy,

mengambil jaketnya dan keluar dari apato dan mengunci pintunya..menuju makam Uruha,yang mereka anggap atau Juri anggap sebagai sahabat 'spesial'



dengan memberi arahan tentang dimana Uruha dimakamkan pada Aggy,Juri kemudian memasuki mobilnya dengan Aggy sebagai pengendara.



tak ada percakapan diantara keduanya di sepanjang perjalanan menuju makam sang sahabat..hening...



perjalanan yang kurang lebih memerlukan waktu satu setengah jam itu hanya dihiasi oleh deru mesin mobil Juri yang dikendarai Aggy serta deru kendaraan lainnya.



menit demi menit berlalu,keheningan tetap menjadi soundtrack diantara keduanya,samapai mobil mereka mendekat memasuki kawasan pemakaman umum yang dihiasi dengan daun-daun gugur berwarna orange kecoklatan ,pemakaman yang nampak tidak terawat dan menyeramkan.



"Juri,,kau yakin disini tempatnya?" Tanya Aggy membuka mulut lebih dulu



"hmm..disini,,aku ingat waktu Leda mengajakku kesini.." jawab Juri dengan masih memakai nada bersalahnya "ayo ikuti aku.." ucap Juri mulai melangkahkan kakinya masuk ke area pemakaman



pemakaman yang cukup luas tak terawat itu memberikan hawanya yang dingin seakan menyampaikan perasaan orang-orang yang menempatinya..



"Juri,,kumohon jangan cepat-cepat" Aggy mulai mensejajarkan langkahnya denganJuri,meraptkan kerah leher jaketnya seerat mungkin.



"tunggu..." tahan Juri ,membuat Aggy menghentikan langkahnya "itu Aoi bukan?"





===TSUZUKU===




hehehe.....ini pada dsarnya copas dari FB saia minna-san ~~

hehehe...kuharap yang ngebaca pada suka ..dan...arigatou kalo udah mau baca..kalo perlu juga kasih respon yak.. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar